Bila kita sudah mengetahui “mengapa
ber-islam”,
maka perkara halal-haram pastilah paham.
Bila kita sudah membuktikan islam itu
satu-satunya kebenaran,
maka tiada akan berusaha untuk
merelatifkn kebenaran.
Allah maha tahu dan Maha Bijaksana,
ada hukum yang belum kita pahami bukan
berarti kita salah,
namun itu karena akal kita yang lemah.
Kebenaran itu adalah hak Allah,
dan Allah turunkan kebenaran via
Al-Qur’an dan As-sunnah,
siapa mengambilnya maka ia benar
Maka guna akal bukan membuat hukum,
tapi dengannya memahami hukum
Semoga Allah karuniakan kita akal yang
tunduk pada hukum-Nya,
dan hati yang berserah pada
keputusan-Nya.
(Felix Siauw)

0 komentar:
Posting Komentar